Yang Jangan Lupa Diperhatikan sebelum Membangun Rumah

Salah satu tips dalam membeli rumah atau membeli tanah yang ingin dijadikan tempat tinggal adalah melihat di mana letak lokasi rumah atau tanah itu sendiri. Sebagian besar calon pembeli beranggapan bahwa yang harus mereka utamakan adalah rumah atau lokasi harus bagus, menarik, dan mengesankan. Apakah asumsi ini benar? Asumsi ini tidak sepenuhnya benar karena masih ada banyak hal yang harus diperhatikan selain hal-hal tersebut. 3 diantaranya adalah:

jalan sendirian

Akses jalan

Coba bayangkan tinggal di rumah idaman yang ada kolam renang dan taman bunganya yang cantik tapi akses jalannya masih minim alias susah diakses. Apakah Anda mau tinggal di tempat seperti itu, apalagi jika di sana belum terdapat banyak rumah-rumah penduduk? Yang ada, rumah Anda akan disantroni perampok atau pencuri cepat atau lambat. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengecek akses jalan menuju rumah atau lokasi tanah. Jangan tergiur dengan harga murah apabila lokasi tanah berada di tempat yang susah diakses dan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Alasannya sederhana karena lokasi tanah tersebut terlalu jauh dari pemukiman penduduk. Bagaimana warga bisa menolong Anda apabila Anda meminta bantuan kepada mereka?

airPasokan listrik dan air

Hidup Anda tidak akan pernah nyaman jika Anda selalu mengeluhkan pasokan listrik dan air yang sering putus di kediaman Anda. Hal ini akan membuat Anda semakin kesal apabila ketika Anda menghubungi pihak bersangkutan dan mereka mengatakan memang sedang ada pembatasan pasokan listrik dan air di tempat Anda. Apabila Anda bisa memaklumi hal ini, bagaimana jika Anda harus bekerja secara online di rumah. Tentu akan sangat menyebalkan apabila listrik sering mati karena data yang sudah dibuat bisa hilang begitu saja. Di samping itu, bagaimana jika ada kemarau panjang sedangkan pasokan air terbatas dan sumur-sumur di sekitar Anda sudah mengering? Tentu saja, Anda butuh dana yang banyak untuk membeli air galonan nantinya.

security Kondisi keamanan lingkungan

Sebagian orang rela menghabiskan banyak uang untuk memasang sistem keamanan yang modern dan menyewa para penjaga (sekuriti) demi mengamankan kediaman mereka. Hebatnya lagi, mereka melakukan hal ini padahal lingkungan mereka cukup aman dari tindakan kriminal. Nah, mereka yang tinggal dilingkungan yang aman saja masih mengkhawatirkan keamanan rumah mereka, bagaimana dengan Anda yang tinggal di lingkungan yang tidak terjamin keamanannya. Sadari bahwa pencurian atau perampokan rumah bisa saja terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Bayangkan apa jadinya jika Anda tidak mengecek kondisi keamanan lingkungan sebelum membeli rumah atau tanah. Untuk mengetahui hal ini, ada baiknya untuk bertanya kepada warga setempat atau kepala rukun tetangga agar Anda mengetahui kondisi sesungguhnya. Jika Anda hanya mendengarkan perkataan broker rumah atau pemilik tanah saja, mereka bisa saja berbohong agar Anda membeli aset mereka.

Di samping itu, cek juga sejarah dari lokasi rumah yang sudah dipilih. Pastikan bahwa tempat tersebut tidak kebanjiran ketika musim hujan dan bukan tempat sawah atau hutan dulunya. Mengapa? Karena hama, seperti tikus, lebah, lipas, dan lain-lain biasanya akan kembali ke tempat ini cepat atau lambat. Bagi yang percaya dengan dunia mistis, ada baiknya untuk tanya-tanya dulu tentang kondisi rumah atau lokasi tersebut. Apabila banyak warga yang mengatakan hal-hal tidak masuk akan tentang tempat tersebut, pikir dua kali untuk membelinya.

Tanah Kavling yang Patut Dibeli

Belakangan, tanah kavling (tanah yang ditawarkan dalam satu kawasan dengan ukuran 10 m x 20 m, 10 m x 22 m, 10 m x 24 m, dst sesuai dengan kebijakan pemilik) menjadi model penawaran tanah yang sedang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Harganya yang relatif terjangkau, belum lagi bisa menggunakan sistem pembayaran cicilan menjadi salah satu alasannya.

Selain untuk tujuan investasi karena harga tanah yang kian hari kian berkembang, tanah kavling juga kerap diburu untuk pembangunan rumah pribadi. Ingin beli tanah kavling? Terlepas dari apa pun tujuan Anda membeli tanah kavling, pastikan tanah kavling memenuhi kriteria berikut:

tanah kavling

Berada di area datar

Meski berada di satu kawasan, masing-masing kondisi tanah kavling berbeda-beda ada yang di area datar dan ada yang di area miring. Oleh karenanya, sebelum kata sepakat diucapkan baiknya cek langsung kondisi tanah kavling yang bakal dibeli. Jangan sampai sudah melakukan pembayaran tapi belum mengetahui kondisi tanah kavling!

Kalau Anda mendapatkan tanah di area miring, Anda harus menimbun untuk meratakannya sehingga harus mengeluarkan aggaran lagi tentunya. Belum lagi, tanah di area miring rawan longsor sehingga harus membeli geogrid untuk dinding penahan. Kalau memang menginginkannya untuk tujuan estetika di mana membuat rumah berbentuk terasering, no problem.

Berprospek pembangunan

Setiap wilayah memang akan mengalami perkembangan yang ditandai dengan pembangunan seiring dengan perkembangan zaman. Namun, beberapa kawasan terkadang sulit mengalami perkembangan karena memenuhi kriteria berikut: wilayahnya sangat terpencil sehingga sulit diakses, kiri kanan masih hutan rimba, dekat dengan suku pedalaman, dsb.

Jangankan untuk pembangunan rumah, tanah kavling dengan kondisi demikian kurang layak untuk investasi karena harga penjualan tanah tidak bisa didongkrak. Untuk itu, pastikan kawasan tanah kavling berprospek pembangunan misalnya akan dibangun pusat perbelanjaan, pabrik, pembangunan jalan/jembatan, dan lainnya. Beriringan dengan itu, harga tanah akan merangkak naik.

Berlokasi di sudut

Umumnya ada beragam tipe tanah kavling berdasarkan bentuknya di antaranya: Cul De Sac Lot (memiliki bagian depan kecil & belakang melebar), Interior Lot (memiliki satu arah pandang & sirkulasi udara hanya dari depan rumah), T-Intersection Lot (cocok untuk lokasi komersial tapi kurang aman untuk hunian), Corner Lot (sirkulasi udara yang baik, & halaman luas), Key Lot (panjang ke belakang dan lokasinya di tengah kavling lain), dan Flag Lot (posisi tersembunyi & kurang cocok untuk komersial).

Dari beberapa tipe, yang disarankan adalah Corner Lot karena rumah tidak pengap karena sirkulasi dari berbagai arah. Halaman yang luas bisa digunakan untuk garasi mobil, taman, atau lainnya. Kavling tipe ini juga cocok untuk komersil meski memang cukup rawan. Namun, bisa membangun pager beton yang dilengkapi kawat duri biasa, silet, atau galvanis/CCTV sebagai manajemen resiko.

Berstruktur keras

Pastikan bahwa tanah kavling yang bakal dibeli bukan bekas sawah. Tanah tersebut memiliki beberapa resikonya sebagai berikut rawan banjir serta pondasi tidak kuat menahan beban sehingga lantai amblas, dinding retak, bahkan bangunan ambruk hingga akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perbaikan. Terlanjur membeli tanah kavling bekas sawah karena relatif murah, apa yang harus dilakukan?

Pertama, ukur kedalaman tanah gembur. Jika tidak terlalu dalam bisa dikeruk untuk kemudian diganti dengan tanah keras. Bisa juga langsung ditimbun dengan tanah keras tanpa melakukan proses pengerukan. Hanya saja, butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat tanah padat dan keras. Bila perlu ditimbun lagi agar lebih aman untuk mendirikan pondasi.

Tips:

  • Cek integritas developer bisa dari orang-orang yang pernah membeli tanah kavling sebelumnya atau
  • Periksa keabsahan sertifikat tanah kavling ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kalau masih sertifikat sawa, tunggu sampai SK pengeringan atas alih fungsi diterbitkan.

 

 

Ingin Mengganti Lantai Lama dengan yang Baru?

flooring 1Apakah lantai di rumah Anda sudah terlihat jelek dan banyak goresan atau bahkan berlubang? Jika iya, sebaiknya ganti lantai rumah Anda dengan yang baru karena apabila tidak, hal ini dapat mendatangkan masalah untuk Anda dan keluarga. Coba bayangkan jika pasangan Anda sedang membawa kopi atau teh hangat dan tiba-tiba dia terjatuh karena lubang yang ada di lantai. Tentu dia akan mengalami cidera dan bayangkan jika tumpahan air panas tadi mengenai Anda. Nah, jika Anda punya anak dan dia jatuh karena lubang pada lantai rumah Anda, tentu dia juga akan meringis kesakitan.

Well, masih ragu untuk mengganti lantai lama dengan yang baru? Jika tidak, ada baiknya untuk mengikuti tips berikut ini agar mendapatkan hasil maksimal:

Pilih lantai baru sesuai tema interior

Ada banyak jenis lantai yang bisa dipilih, seperti lantai kayu, keramik, beton, vinyl, dan karpet. Namun, Anda tidak boleh memilih lantai baru sesuka Anda. Sebaiknya sesuaikan lantai baru dengan tema interior agar tercipta nuasa harmonis dan nyaman di dalam rumah. Sebagai contoh, jika tema interior rumah Anda adalah klasik, memilih lantai kayu sangatlah disarankan atau jika tema interior rumah Anda adalah mewah, lantai keramik dengan motif cantik bisa menjadi pilihan. Adapun memilih lantai keramik tidak boleh asal-asalan kecuali Anda tidak ingin menampilkan kesan apa-apa pada rumah Anda. Pilih lantai keramik dengan warna, ukuran, dan motif yang pas. Pada umumnya, untuk rumah minimalis, disarankan untuk menggunakan keramik dengan ukuran besar agar rumah terlihat lebar.

Miliki cukup dana

Untuk membeli lantai yang baru, tentu dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Apalagi jika ukuran rumah Anda relatif besar. Untuk itu, Anda harus memiliki cukup dana untuk membeli lantai baru. Bagaimana jika dana yang dimiliki terbatas? Sangat disarankan untuk mencari dana tambahan terlebih dahulu. Alternatif lain, cukup ganti lantai pada ruangan tertentu terlebih dahulu. Cara ini akan sangat menghemat pengeluaran.

Btw, pastikan untuk membeli lantai baru di toko atau penyedia yang dapat dipercaya agar Anda bisa mendapatkan lantai dengan kualitas yang tidak diperlukan lagi. Jika ada toko atau penyedia yang menawarkan harga murah, jangan langsung percaya begitu saja karena bisa jadi produk yang ditawarkan tidak berkualitas.

flooring 2

Pekerjakan tukang pasang lantai profesional

Sebagian besar orang memilih untuk memasang lantai baru sendiri karena mereka ingin menghemat pengeluaran. Sayangnya, ketika melihat hasilnya, mereka barulah menyesal karena lantai rumah mereka terlihat acak-acakan dan jelek. Yang tadinya ingin menghemat uang, justru malah membuat pengeluaran semakin besar karena harus memperbaiki dan membeli lantai baru. Apabila Anda tidak ingin hal ini terjadi, ada baiknya untuk mempekerjakan tukang pasang lantai profesional yang ada di sekitar Anda. Apabila Anda kesulitan menemukannya, minta bantuan orang terdekat yang setidaknya tahu bagaimana cara memasang lantai yang baik dan benar.

Anyway, jika Anda menemukan tukang pasang lantai pemula yang mengaku bahwa dia ahli dalam memasang lantai dan Anda pun tidak punya pilihan lain, sebaiknya buat perjanjian tertulis terlebih dahulu. Perjanjian tersebut dapat menyangkut soal pemasangan ulang atau ganti rugi apabila dia tidak menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Mudah-mudahan dengan memilih lantai yang tepat sesuai dengan tema interior, memiliki cukup dana, dan mempekerjakan tukang pasang lantai profesional, Anda bisa memasang lantai baru dengan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan.