Tanah Kavling yang Patut Dibeli

Belakangan, tanah kavling (tanah yang ditawarkan dalam satu kawasan dengan ukuran 10 m x 20 m, 10 m x 22 m, 10 m x 24 m, dst sesuai dengan kebijakan pemilik) menjadi model penawaran tanah yang sedang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Harganya yang relatif terjangkau, belum lagi bisa menggunakan sistem pembayaran cicilan menjadi salah satu alasannya.

Selain untuk tujuan investasi karena harga tanah yang kian hari kian berkembang, tanah kavling juga kerap diburu untuk pembangunan rumah pribadi. Ingin beli tanah kavling? Terlepas dari apa pun tujuan Anda membeli tanah kavling, pastikan tanah kavling memenuhi kriteria berikut:

tanah kavling

Berada di area datar

Meski berada di satu kawasan, masing-masing kondisi tanah kavling berbeda-beda ada yang di area datar dan ada yang di area miring. Oleh karenanya, sebelum kata sepakat diucapkan baiknya cek langsung kondisi tanah kavling yang bakal dibeli. Jangan sampai sudah melakukan pembayaran tapi belum mengetahui kondisi tanah kavling!

Kalau Anda mendapatkan tanah di area miring, Anda harus menimbun untuk meratakannya sehingga harus mengeluarkan aggaran lagi tentunya. Belum lagi, tanah di area miring rawan longsor sehingga harus membeli geogrid untuk dinding penahan. Kalau memang menginginkannya untuk tujuan estetika di mana membuat rumah berbentuk terasering, no problem.

Berprospek pembangunan

Setiap wilayah memang akan mengalami perkembangan yang ditandai dengan pembangunan seiring dengan perkembangan zaman. Namun, beberapa kawasan terkadang sulit mengalami perkembangan karena memenuhi kriteria berikut: wilayahnya sangat terpencil sehingga sulit diakses, kiri kanan masih hutan rimba, dekat dengan suku pedalaman, dsb.

Jangankan untuk pembangunan rumah, tanah kavling dengan kondisi demikian kurang layak untuk investasi karena harga penjualan tanah tidak bisa didongkrak. Untuk itu, pastikan kawasan tanah kavling berprospek pembangunan misalnya akan dibangun pusat perbelanjaan, pabrik, pembangunan jalan/jembatan, dan lainnya. Beriringan dengan itu, harga tanah akan merangkak naik.

Berlokasi di sudut

Umumnya ada beragam tipe tanah kavling berdasarkan bentuknya di antaranya: Cul De Sac Lot (memiliki bagian depan kecil & belakang melebar), Interior Lot (memiliki satu arah pandang & sirkulasi udara hanya dari depan rumah), T-Intersection Lot (cocok untuk lokasi komersial tapi kurang aman untuk hunian), Corner Lot (sirkulasi udara yang baik, & halaman luas), Key Lot (panjang ke belakang dan lokasinya di tengah kavling lain), dan Flag Lot (posisi tersembunyi & kurang cocok untuk komersial).

Dari beberapa tipe, yang disarankan adalah Corner Lot karena rumah tidak pengap karena sirkulasi dari berbagai arah. Halaman yang luas bisa digunakan untuk garasi mobil, taman, atau lainnya. Kavling tipe ini juga cocok untuk komersil meski memang cukup rawan. Namun, bisa membangun pager beton yang dilengkapi kawat duri biasa, silet, atau galvanis/CCTV sebagai manajemen resiko.

Berstruktur keras

Pastikan bahwa tanah kavling yang bakal dibeli bukan bekas sawah. Tanah tersebut memiliki beberapa resikonya sebagai berikut rawan banjir serta pondasi tidak kuat menahan beban sehingga lantai amblas, dinding retak, bahkan bangunan ambruk hingga akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perbaikan. Terlanjur membeli tanah kavling bekas sawah karena relatif murah, apa yang harus dilakukan?

Pertama, ukur kedalaman tanah gembur. Jika tidak terlalu dalam bisa dikeruk untuk kemudian diganti dengan tanah keras. Bisa juga langsung ditimbun dengan tanah keras tanpa melakukan proses pengerukan. Hanya saja, butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat tanah padat dan keras. Bila perlu ditimbun lagi agar lebih aman untuk mendirikan pondasi.

Tips:

  • Cek integritas developer bisa dari orang-orang yang pernah membeli tanah kavling sebelumnya atau
  • Periksa keabsahan sertifikat tanah kavling ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kalau masih sertifikat sawa, tunggu sampai SK pengeringan atas alih fungsi diterbitkan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *